Saturday , September 23 2017
Berita Terkini
You are here: Home / Berita / UPKP2 Gelar Nobar Film Anti Korupsi
UPKP2 Gelar Nobar Film Anti Korupsi

UPKP2 Gelar Nobar Film Anti Korupsi

Unit Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (UPKP2) Pemerintah Kabupaten Batang bekerjasama denganTransparansi Internasional Indonesia (TII) menggelar Diskusi dan Nonton Bareng (Nobar) film  anti korupsi yang berjudul “Sebelum Pagi Terulang Kembali”. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Pemkab Batang, Jumat, 19 September 2014 dan diikuti oleh sekitar 100 orang pelajar perwakilan dari pengurus OSIS tingkat SLTA di Kabupaten Batang.

Film Sebelum Pagi Terulang Kembali (SPTK) adalah film yang diproduksi kerjasama antara Transparansi Internasional Indonesia (TII) dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka kampanye antikorupsi di Indonesia. Pilihan membuat media kampanya melalui film dimaksudkan agar masyarakat lebih mudah memahami pola-pola korupsi, dan dampaknya terhadap masyarakat. Dengan adanya film ini diharapkan semakin tumbuh sikap kritis dan kepedulian masyarakat untuk melawan korupsi.

Film SPTK ini berkisah tentang polemik sebuah keluarga yang terjebak dalam pusaran isu korupsi. Yan (Alex Komang) seorang pejabat pemerintah yang lurus, telah menikah dengan Ratna (Nungki Kusumastuti), seorang dosen filsafat. Kehidupan mereka diwarnai dengan kondisi ketiga anak mereka yang berbeda-beda: Firman (Teuku Rifnu Wikana), anak tertua, baru saja cerai dan masih menganggur. Satria (Fauzi Baadila), anak kedua, adalah kontraktor dengan ambisi besar untuk bisnisnya. Dian (Adinia Wirasti), anak terakhir, baru saja bertunangan dengan Hasan (Ibnu Jamil), anggota DPR yang haus kekuasaan. Kehidupan mereka mulai terguncang saat Satria dibujuk Hasan untuk meminta “jatah” proyek pembangunan pelabuhan dari ayahnya. Proyek tersebut berhasil dimenangkan Satria, yang harus dibayar dengan jatuhnya reputasi Yan sebagai pejabat yang lurus, dan ambruknya ibu Yan, nenek Soen (Maria Oentoe) di rumah sakit. Keluarga ini harus tertatih-tatih membangun kembali keutuhan dan kedekatan mereka di saat uang dan kekuasaan mulai menggerogoti kehidupan mereka.

Pendidikan antikorupsi harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Oleh karena itu, UPKP2 sengaja menjadikan pelajar SLTA sebagai sasaran kampanye, karena diharapkan mereka akan menjadi agen-agen anti korupsi, dan kritis terhadap berbagai kebijakan yang ada disekitar mereka. Mereka bisa mulai dari lembaga pendidikan dimana mereka belajar. Diharapkan ketika mereka ada disekolah tidak hanya belajar tentang pelajaran, tetapi juga belajar tentang penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan terbuka. UPKP2 mengharapkan, para siswa bisa mulai mendorong transparansi dan akuntabiltias dalam pengelolaan anggaran di sekolah.

Korupsi telah berjalan secara sistemik, dan melibatkan berbagai unsur di dalam masyarakat. Oleh karena itu, untuk melawan korupsi harus dilakukan juga dengan cara-cara sistemik dan konsisten, dengan melibatkan berbagai unsur yang ada di masyarakat. Keluarga menjadi elemen penting sebagai benteng untuk melawan korupsi. Setiap orang dalam keluarga harus peduli, dan mengetahui sepak terjang masing-masing anggota, dan memastikan agar mereka terhindar dari tindakan-tindakan yang menyimpang, yang dapat merusak martabat dan kehormatan keluarga. Keluarga menjadi tempat yang baik bagi tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai moral dan anti korupsi.***

About upkp2 batang