Thursday , September 18 2014
Berita Terkini
You are here: Home / Pelayanan Publik / Pedoman Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2013
Pedoman Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2013

Pedoman Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2013

Ketentuan mengenai penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah diatur berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 76 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Dana Bantuan Operasional Sekolah Tahun 2013. Penggunaan dana BOS di sekolah harus didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara Tim Manajemen BOS Sekolah, Dewan Guru dan Komite Sekolah. Hasil kesepakatan harus dituangkan secara tertulis dalam bentuk berita acara rapat dan ditandatangani oleh peserta rapat. Dana BOS yang diterima oleh sekolah, dapat digunakan untuk membiayai komponen kegiatan-kegiatan berikut:

Pertama, Pengembangan Perpustakaan.  Dana BOS dapat digunakan untuk mengganti buku teks yang rusak/menambah kekurangan untuk memenuhi rasio satu siswa satu buku, Langganan publikasi berkala,  Akses informasi online,  Pemeliharaan buku/koleksi perpustakaan, Peningkatan kompetensi tenaga pustakawan, Pengembangan database Perpustakaan, Pemeliharaan perabot perpustakaan. Untuk kegiatan ini ditentukan minimal 5 % dari keseluruhan dana BOS.

Kedua, Kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru. Dana BOS dapat digunakan untuk biaya pendaftaran, penggandaan formulir, administrasi pendaftaran, pendaftaran ulang, biaya pendataan data pokok pendidikan, pembuatan spanduk sekolah bebas pungutan. Dapat digunakan juga untuk konsumsi panitia dan uang lembur dalam rangka penerimaan siswa baru dengan standar pembiayaan mengacu kepada batas kewajaran setempat atau batas yang telah ditetapkan Pemda.

Ketiga, Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa.  Dana BOS dapat digunakan untuk PAKEM (SD, Pembelajaran Kontekstual (SMP), Pengembangan pendidikan karakter, Pembelajaran remedial, Pembelajaran pengayaan, Pemantapan persiapan ujian, Olahraga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka dan palang merah remaja, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Dalam hal ini termasuk untuk: honor jam mengajar tambahan di luar jam pelajaran dan biaya transportasinya (termasuk di SMP Terbuka), biaya transportasi dan akomodasi siswa/guru dalam rangka mengikuti lomba, fotocopy, membeli alat olah raga, alat kesenian dan biaya pendaftaran mengikuti lomba.

Keempat, Kegiatan Ulangan dan Ujian. Dana BOS dapat digunakan untuk  Ulangan harian, Ulangan umum, Ujian sekolah. Termasuk untuk: fotocopy, penggandaan soal, honor koreksi ujian, dan honor guru dalam rangka penyusunan rapor siswa.

Kelima, Pembelian bahanbahan habis pakai. Dana BOS dapat digunakan untuk pembelian buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas, bahan praktikum, buku induk siswa, buku inventaris, minuman dan makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah,  pengadaan suku cadang alat kantor.

Keenam, langganan daya dan jasa. Dana BOS dapat digunakan untuk membayar listrik, air, dan telepon, internet (fixed/mobile modem) baik dengan cara berlangganan maupun prabayar. Pembiayaan penggunaan internet termasuk untuk pemasangan baru. Penggunaan Internet dengan mobile modem dapatdilakukan untukmaksimal pembelianvoucher sebesar Rp.250.000 per bulan Bisa juga untuk membeli genset atau jenis lainnya yang lebih cocok di daerah tertentu misalnya panel surya, jika di sekolah tidak ada jaringan listrik.

Ketujuh, perawatan sekolah. Dana BOS dapat digunakan untuk pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela perbaikan mebeler, perbaikan sanitasi sekolah (kamar mandi dan WC), perbaikan lantai ubin/keramik dan perawatan fasilitas sekolah lainnya. Kamar mandi dan WC siswa harus dijamin berfungsi dengan baik.

Kedelapan, pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer. Dana BOS dapat digunakan untuk membayar  pegawai administrasi (termasuk administrasi BOS untuk SD), pegawai perpustakaan, penjaga Sekolah, satpam, pegawai kebersihan. Untuk kependidikan honorer sekolah harus mempertimbangkan batas maksimum penggunaan dana BOS untuk belanja pegawai, serta kualifikasi guru honorer harus sesuai bidang yang diperlukan.

Kesembilan, pengembangan profesi guru. Dana BOS dapat digunakan untuk KKG/MGMP, KKKS/MKKS, menghadiri seminar yang terkait langsung dengan peningkatan mutu pendidik dan ditugaskan oleh sekolah. Khusus untuk sekolah yang memper oleh hibah/block grant pengembangan KKG/MGMP atau sejenisnya pada tahun anggaran yang sama hanya diperbolehkan menggunakan dana BOS untuk biaya transport kegiatan apabila tidak disediakan oleh hibah/blockgrant tersebut.

Kesepuluh, membantu siswa miskin. Pemberian tambahan bantuan biaya transportasi bagi siswa miskin yang menghadapi masalah biaya transport dari dan ke sekolah, membeli alat transportasi  sederhana bagi siswa miskin yang akan menjadi barang inventaris sekolah (misalnya sepeda, perahu penyeberangan, dll), membeli seragam, sepatu dan alat tulis bagi siswa penerima bantuan siswa miskin (BSM) sebanyak penerima BSM, baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten/kota di sekolah tersebut.

Kesebelas, pembiayaan pengelolaan BOS. Dana BOS dapat digunakan untuk pembelian alat tulis kantor (ATK termasuk tinta printer